Thursday, 10 January 2013

Ini Dia Tablet Android "Rp 1,4 Juta" dari Acer

Slashgear Acer B10, tablet Android dari Acer, diperkirakan akan dipamerkan di CES 2013.
KOMPAS.com — Acer resmi memperkenalkan Iconia B1-A71, produk tablet Android dengan harga relatif terjangkau, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013 yang sedang berlangsung di Las Vegas, dari 8 hingga 11 Januari 2013.

Perangkat tablet ini sempat mencuri perhatian di dunia maya beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Iconia B1-A71 diberitakan akan dibanderol dengan harga yang sama dengan Google Nexus 7, yaitu di angka 99 dollar AS atau sekitar Rp 900.000.

Sayangnya, rumor tersebut sedikit meleset. Ternyata produk ini akan hadir dengan banderol harga sedikit lebih tinggi, yaitu 150 dollar AS atau sekitar Rp 1,46 juta. Walaupun begitu, harga ini masih dinilai cukup terjangkau, mengingat spesifikasi yang mendukungnya cukup bertenaga.

Dikutip dari Talk Android, Rabu (9/1/2013), Iconia B1-A71 akan dipersenjatai dengan prosesor 1,2 GHz dual-core dari Mediatek, RAM 512 MB, dan media penyimpanan berkapasitas 8 GB yang dapat ditingkatkan dengan menggunakan kartu microSD hingga 32 GB.

Selain itu, produk ini akan menggunakan layar 7 inci WSVGA dengan resolusi 1024 x 600, kamera depan 0,3 megapiksel, dan baterai berkapasitas 2.710 mAh. Perangkat ini menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean.

Hingga saat ini, masih belum ada konfirmasi dari pihak Acer apakah perangkat tersebut akan hadir di Indonesia atau tidak.
engadget
engadget
engadget




Panasonic Luncurkan Fitur "Corat-Coret" di Televisi

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Pertarungan di kancah televisi pintar berbasis IPTV semakin ketat. Di ajang pameran elektronik Consumer Electronic Show (CES) 2013 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Senin (7/1/2013) waktu setempat, Panasonic meluncurkan fitur terbarunya bernama My Home Screen, yang akan ditanamkan di setiap piranti televisi pintar Panasonic Viera.
Fitur ini akan menjadikan televisi memiliki kemampuan mengenali penggunanya melalui teknologi pendeteksi wajah (face recognition), setelah itu menawarkan dan mendistribusikan tampilan serta konten yang menjadi pilihan penggunanya. Pola ini mirip komputer yang menyediakan fungsi login ke masing-masing akun pengguna dan setiap pengguna bisa mengkustomisasi kontennya.
Peluncuran tersebut dilakukan oleh Shira Kitajima, President of Consumer Marketing Amerika Utara di Mandalay Bay, Las Vegas. Menurut Shira, Panasonic Viera tertentu nantinya akan dilengkapi kamera yang mampu mengenali penggunanya sehingga bisa langsung menawarkan tampilan dan menu favorit sang penggunanya.
Dalam fitur terbaru tersebut juga menyertakan kemampuan mengenali perintah suara dari penggunanya. Fitur lain adalah kemampuan "Swipe and Share 2.0" yang akan menjadi andalan di era tablet. "Fungsi ini akan membolehkan pengguna untuk melihat foto dari tablet atau telepon di Panasonic TV," kata Kitajima.
Ketika foto tersebut sudah tampil di layar televisi, maka penggunanya bisa mengedit langsung melalui layar televisi. Dalam presentasi di Gedung Mandalay Bay, ditunjukkan bagaimana membubuhkan teks dalam sebuah foto kenangan dengan menggunakan pena layar sentuh. Setelah diedit, foto dan bahkan video tersebut bisa didistribusikan ke perangkat Android atau iOS secara mudah.
"Sekarang ini merupakan waktu-waktu yang begitu menantang bagi kami, tapi di era mendekati 100 tahun sejarah Panasonic, kini Panasonic selalu mampu mengatasi keadaan dan hadir lebih kuat," kata Shiro Kitajima.
Panasonic menyadari, kini merupakan saat yang tepat bagi perusahaan untuk membangun ekosistem yang akan memanjakan konsumen untuk mengakses konten, terutama melalui display layar televisi.
Dalam kesempatan tersebut, Panasonic juga mengumumkan untuk merilis 32 televisi di tahun 2013, termasuk 16 plasma dan 16 model LED. Untuk mematangkan ekosistem yang dibuatnya, Panasonic sudah menjalin kerja sama dengan Youtube untuk memastikan fitur Panasonic Viera dengan mudah bisa memainkan video YouTube dari smartphone yang ada kemudian tampil dengan mudah di Panasonic TV.

Tablet Android Vizio Pakai Prosesor Tercepat di Dunia

The Verge Tablet Android berukuran 10 inci dari Vizio memakai prosesor Nvidia Tegra 4
KOMPAS.com - Pameran produk elektronik terbesar di Amerika Serikat, Consumer Electronics Show (CES) 2013, dihebohkan dengan kedatangan tablet Android yang memakai prosesor Nvidia Tegra 4, Senin (7/1/2013).

Tablet itu diproduksi oleh Vizio asal California, AS, yang notabene adalah perusahaan baru dan belum memiliki nama besar dalam industri teknologi.

Tablet Vizio ini bisa disebut sebagai tablet pertama yang memakai prosesor Tegra 4. Karena, Nvidia sendiri baru memperkenalkan Tegra 4 sehari sebelumnya, pada Minggu (6/1/2013).

Prosesor ini merupakan yang pertama menerapkan 4 core dalam central processing unit (CPU) berbasis arsitektur ARM A15. Keempat core CPU dalam Tegra 4 dipadu dengan 72 core dalam graphics processing unit (GPU) yang diklaim memberi kinerja enam kali lebih cepat dibandingkan prosesor pendahulunya, yaitu Tegra 3. Bahkan, Tegra 4 diklaim oleh CEO Nvidia Jen-Hsun Huang sebagai prosesor mobile terkencang di dunia saat ini.

Kembali ke produk besutan Vizio. Dikutip dari blog teknologi The Verge, tablet ini dibekali bentang layar seluas 10,1 inci dengan resolusi tinggi, yaitu 2.560 x 1.600 pixel.

Dengan spesifikasi yang demikian tinggi, seharusnya tablet Vizio dapat berjalan mulus dan kuat memainkan game kelas berat. Ia juga menawarkan memori internal 32GB yang cukup besar untuk menyimpan data.

Semua perangkat keras itu berjalan dengan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean). Vizio tidak melakukan kostumisasi pada tampilan antarmuka sistem operasi, karena, Android Jelly Bean dianggap sudah baik untuk urusan tampilan.

Tersedia port MicroHDMI, MicroUSB, serta konektivitas nirkabel Wi-Fi dan Bluetooth. Tak lupa, Vizio juga membenamkan kamera di depan dan belakang.

Vizio belum menginformasikan soal harga tablet ini, begitu juga dengan pasar negara yang akan disambangi.

Pada ajang CES 2013, perusahaan juga memperkenalkan tablet Windows 8 pertamanya yang memakai prosesor AMD dual-core seri Z-60 kecepatan 1GHz. Tablet 11,6 inci itu juga memiliki resolusi layar cukup tinggi, yaitu 1.920 x 1.080 pixel.

Vizio didirikan pada tahun 2002 oleh William Wang, yang kemudian dibantu oleh dua karyawan pertamanya yaitu Laynie Newsome dan Ken Lowe. Terkenal dengan produk TV LCD berharga terjangkau, Vizio juga memproduksi perangkat audio untuk rumah, pemutar multimedia, dan komputer pribadi.

Huawei Ascend Mate, Ponsel Android dengan Layar Terbesar

Huawei

KOMPAS.com - Tren layar smartphone menunjukkan kecenderungan semakin membesar, setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh Huawei lewat Ascend Mate, smartphone dengan bentang layar 6,1 inci.

Setelah informasinya sempat bocor di publik akibat aksi CEO yang tidak sabaran, Ascend Mate hari Senin (7/1/2013) lalu resmi diperkenalkan di ajang pameran CES 2013, Las Vegas, Amerika Serikat.

Fitur andalan perangkat dengan layar beresolusi (1280x720) ini, apalagi kalau bukan layarnya yang ekstra besar. Dengan ukuran itu, Huawei masih mengklasifikasikan Ascend Mate sebagai "smartphone" bukan tablet, sehingga menjadikannya smartphohe yang diklaim memiliki layar terlega sedunia.

Bukan hanya besar, Huawei pun mengatakan bahwa Ascend memiliki rasio screen-to-body 73 persen -juga yang terbesar di dunia- sehingga dijanjikan mampu memberi kenyamanan ekstra bagi pengguna saat membaca e-mail, dokumen, ataupun memainkan video dan game.

"Huawei Ascend Mate menembus batas untuk memberikan pengalaman luar biasa dalam hal hiburan, komunikasi, serta semua keperluan profesional dan pribadi," tulis CEO Huawei Richard Yu dalam keterangan pers yang diterima Kompas Tekno.

Di dalamnya, Ascend Mate diperkuat prosesor quad-core berkecepatan 1,5 GHz. Unit baterai yang digunakan memiliki kapasitas 4050 mAh yang diklaim membuat smartphone ini sanggup menyala selama dua hari.

Untuk melengkapi kapabilitasnya sebagai smartphone, Huawei turut membekali Ascend Mate dengan unit kamera utama 8 megapixel dan kamera depan ber-resolusi 1 megapixel.

Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Android 4.1 Jelly Bean.

Ascend Mate akan tersedia dalam dua pilihan warna hitam dan putih. Penjualannya akan mulai dilakukan di China bulan Februari mendatang.

Laptop Acer Bakal "Setajam" MacBook Pro?


PC World
KOMPAS.com — Apple menggebrak dunia PC saat meluncurkan MacBook Pro (MBP) Retina Display pada Juni 2012. Produk laptop ini begitu menarik perhatian karena mampu hadir dengan layar beresolusi super tajam.

Sebagai catatan, MBP Retina Display versi 15 inci memiliki resolusi 2880 x 1800, sedangkan versi 13 inci kebanyakan hadir dengan resolusi sedikit di bawahnya, yaitu 2560 x 1600.

Hingga saat ini belum ada vendor lain yang mengikuti jejak Apple dalam meluncurkan laptop dengan layar beresolusi tinggi. Namun, hal tersebut tampaknya segera berubah.

Dikutip dari PC World, Kamis (10/1/2013), Acer akan menjadi salah satu pesaing Apple dalam meluncurkan beberapa laptop dengan spesifikasi tersebut. Acer akan menghadirkan layar setara Retina Display dalam beberapa model laptop, termasuk paling tidak sebuah Ultrabook, maksimal pada pertengahan tahun 2013.

Pihak PC World sudah melihat prototipe laptop tersebut. Prototipe tersebut menggunakan layar dengan tipe IPS dan memiliki resolusi 2880 x 1620.

Acer belum mau membeberkan model laptop yang akan dipersenjatai dengan layar retina ini. Namun, Acer membeberkan layar jenis tersebut akan hadir di beberapa sistem yang berbeda pada perangkat high-end.

Selain laptop, Acer juga berencana menghadirkan perangkat monitor dengan resolusi tinggi. Sayangnya, belum ada informasi mendetail tentang monitor ini. 

Tablet Juga Bakal Pakai Layar Tekuk


ComputerWorld

Layar tablet fleksibel.
KOMPAS.com - Tidak hanya ponsel yang akan hadir dengan layar lentur alias fleksibel. Perangkat tablet pun akan menggunakan layar fleksibel ini di masa yang akan datang.

Para peneliti gabungan dari tiga lembaga, yaitu Intel, Plastic Logic, dan Queens University, sedang mengembangkan tablet dengan layar seperti itu, wujudnya tipis layaknya kertas dan dapat ditekuk.

Prototipenya pun sudah hadir di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013 yang sedang berlangsung di Las Vegas hingga 11 Januari 2013 mendatang.

Prototipe perangkat layar fleksibel ini disebut sebagai PaperTab. Perangkat ini memiliki layar berukuran 10,7 inci dan dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i5 berbasiskan arsitektur Sandy Bridge.

Layar yang ada di PaperTab ini baru hadir dalam versi hitam-putih. Namun, menurut Roel Vertegaal, Professor Interaksi Manusia-Komputer di Queen University, mengatakan layar berwarna sedang saat ini sedang dikembangkan.

Dikutip dari Computer World, Kamis (10/1/2013), jika layar ini ditekuk, pengguna dapat membalikkan sebuah halaman.
Selain itu, tablet ini juga dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, satu perangkat PaperTab dapat menampilkan inbox sebuah email, dan email baru bisa dikerjakan di perangkat tablet PaperTab lainnya dengan cara mendekatkan kedua perangkat ini.

Sayangnya, tablet dengan layar fleksibel belum bisa hadir dalam waktu dekat ini. Menurut Vertegaal, kemungkinan perangkat ini secara komersil baru akan tersedia paling lambat pada 2018 mendatang.
Penjelasan lebih lanjut mengenai PaperTab bisa dilihat di video di bawah ini.

Polaroid Rilis Kamera Android Bisa Lepas-Tukar Lensa




Las Vegas, KOMPAS.com - Ajang pameran elektronik Consumer Electronic Show (CES) 2013 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, dimanfaatkan oleh produsen film legendaris Polaroid untuk merilis kamera terbarunya Polaroid iM1836.

Sepanjang sejarah Polaroid 75 tahun, mungkin inilah inovasi Polaroid yang dianggap merupakan upaya pendekatan Polaroid untuk bersaing di era social media.

Satu hal yang membuat kamera ini dikerubuti pengunjung CES 2013 adalah karena berbasis Android, dan hal lain yang membuat kamera ini unggul dibanding kompetitor adalah basis Mirrorless interchangeable-lens camera (MILC) yang memiliki kemampuan lepas tukar lensa kamera (interchangeable-lens). Bentuknya mirip dengan Nikon J1, kamera mirrorless keluaran Nikon.

"Melewati sejarah 75 tahun lalu, Polaroid telah diidentikkan dengan inovasi, kreativitas, dan mudah digunakan. Kami meneruskan tradisi membanggakan di CES tahun ini dengan meluncurkan iM1836," kata Scott W Hardy, Presiden dan CEO Polaroid, seperti dilaporkan wartawan Kompas Amir Sodikin dari Las Vegas, AS.

Polaroid iM1836 dengan resolusi 18 megapixel memang dirancang sebagai smartcamera atau kamera pintar yang akan berlaga dengan kompetitor lain sesama Android seperti produk sejenis keluaran Nikon dan Samsung.

Polaroid sebenarnya sudah lebih awal merancang kamera berbasis Android. Tahun lalu di ajang CES 2012, Polaroid juga sudah mengeluarkan kamera android berbasis Android namun tak sempat merebut perhatian publik.

Produk keluaran Sakar Internasional (pabrikan pemegang lisensi Polaroid) menggunakan Android 4.1 Jelly Bean dan dengan optical zoom 10-20mm. Kemampuan lepas-tukar lensa dimungkinkan dengan menggunakan semua jenis lensa Micro Four Thirds. Tentu saja, menurut Polaroid, untuk bisa terhubung dengan lensa lain harus menggunakan adapter yang sesuai.

Belum dipastikan apakah adaptor untuk lensa Micro Four Thirds produksi perusahaan lain sudah tersedia. Jika mengacu pada standard definisi Micro Four Thirds, maka produk ini bisa menggunakan lensa Micro Four Thirds keluaran Panasonic dan Olympus melalui sebuah adapter.

"Polaroid iM1836 ini merupakan kamera Android pertama di dunia yang dilengkapi kemampuan bisa lepas-tukar lensa, yang biasanya kemampuan seperti ini dulu hanya dimiliki oleh DSLR," begitu rilis dari Polaroid. Kamera ini juga dilengkapi dengan fitur pengambilan video high-definition (HD) 1080p.

Untuk transfer foto, disediakan koneksi jenis Wi-Fi dan juga Bluetooth. Sebagai kamera Android, maka sudah tentu memiliki akses langsung ke internet melalui Wi-Fi dan dengan akses internet tersebut semuanya bisa dilakukan kamera ini, seperti berbagi foto dan video di berbagai situs jejaring sosial, mengolah foto sederhana dengan berbagai aplikasi Android, dan juga transfer atau backup foto ke smartphone atau ke media penyimpanan "cloud" yang banyak ditawarkan gratis di berbagai situs web.

Dibanding Galaxy Camera keluaran Galaxy Camera Samsung (4,8 inch), maka ukuran layar touch-screen dari kamera Polaroid ini lebih kecil yaitu 3,5 inci. Ukuran layar iM1836 ini sama dengan juga Nikon Coolpix S800 yaitu 3,5 inci. Hanya saja, produk Polaroid ini tidak memiliki koneksi seluler seperti Galaxy Camera.

Hingga kini, kamera ini belum tersedia di pasaran namun harga kamera dipatok 399 dollar AS. Bandingkan dengan Galaxy Camera (21x optical lens zoom, 23-483mm) yang dibandrol sekitar 550 dollar AS dan Nikon Coolpix S800 (10x optical lens zoom, 25-250mm) dipatok 300 dollar AS.