Wednesday, 20 February 2013

Inilah Perbandingan BlackBerry 10 dengan Android, iOS dan WP8


Beberapa perbedaan antara BlackBerry 10 dengan Android, iOS dan WP8

Calon pembeli smartphone di 2013 kini memiliki banyak pilihan platform (sistem operasi). Selain perangkat-perangkat Android dan iOS yang menjadi pemain paling dominan, kini juga tersedia alternatif lain berupa perangkat Windows Phone 8 (Nokia Lumia, HTC) dan BlackBerry Z10 yang baru diluncurkan 30 Januari lalu.
Nah, masing-masing platform ini tentu memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing yang membedakannya dari yang lain. Untuk memudahkan Anda dalam memilih, berikut ini daftar singkat perbandingan sistem operasi Android, BlackBerry 10, iOS, dan Windows Phone 8 yang dikutip dari TechRadar.
Tampilan antarmuka
Interface sistem operasi iOS yang digunakan perangkat iPhone dari Apple bisa dikatakan tak berubah banyak sejak pertama kali diperkenalkan 2007 silam.
Dibandingkan OS lainnya, tampilan iOS terlihat sederhana dengan deretan icon aplikasi dan folder yang langsung menyambut pengguna.
Tak banyak pula yang bisa dikustomisasi, kecuali hal-hal kecil seperti wallpaper dan letak susunan icon.
Tapi kesederhanaan ini memiliki kelebihannya sendiri karena iOS jadi mudah dipelajari dan dijelajahi, bahkan oleh pengguna yang baru menggunakan smartphone sekalipun.
Di sisi lain, selain deretan aplikasi, Android menambahkan layar homescreen di mana pengguna bisa menempatkan widget dan shortcut aplikasi serta folder. Pengguna pun bisa lebih fleksibel dalam mengatur tampilan sesuai keinginan.
Akan tetapi, tampilan Android bisa berbeda tergantung produsen perangkat yang bersangkutan. Ini karena beberapa produsen handset menambahkan kustomisasi UI mereka sendiri seperti Samsung dengan TouchWiz atau HTC dengan Sense-nya.
Windows Phone 8 dan BlackBerry 10 berada di antara iOS dan Android dalam urusan fleksibilitas antar muka ini.
Pendekatan yang diterapkan Microsoft pada Windows Phone 8 lebih mirip iOS dengan layout yang identik antar perangkat, apapun mereknya.
Homescreen Windows Phone 8 dilengkapi dengan kotak-kotak “Live Tiles” yang mirip widget pada Android, di mana sebuah aplikasi (seperti aplikasi cuaca dan e-mail misalnya) bisa menampilkan informasi dan pesan terkini secara real-time.
BlackBerry menempuh caranya sendiri dengan menerapkan interface yang sarat dengan navigasi melalui gestur jari pengguna. Tak ada tombol “home” atau “back” yang bisa ditekan, semuanya mengandalkan gerakan tangan.
Untuk layar utamanya, BlackBerry 10 mirip dengan iOS serta Android dengan susunan icon aplikasi yang berderet rapi memenuhi layar.
Pengelolaan pesan (messaging)
Smartphone masih digunakan untuk membuat panggilan suara, tapi kebanyakan pengguna saat ini mungkin lebih banyak berkutat dengan messaging alias pengiriman pesan teks.
Pesan ini pun tak lagi sebatas short text message (SMS) saja. Pada Android misalnya, tersedia banyak aplikasi yang menyediakan layanan messaging di toko Google Play, semacam WhatsApp dan Skype.
Para produsen perangkat Android diberikan kebebasan dalam mengatur banyak hal dalam produknya, termasuk keyboard virtual. Karena itu, pengalamam mengetik di Android bisa berbeda-beda tergantung perangkat yang digunakan.
Akan tetapi, bila tidak puas dengan keyboard standar yang diberikan produsen, pengguna Android bisa mengunduh aplikasi keyboard dari pihak ketiga, misalnya SwiftKey yang populer.
Sebaliknya, iOS hanya mengizinkan pengguna menggunakan keyboard virtual bawaan iPhone. Keyboard virtual pada sistem operasi ini terbilang responsif dan cukup akurat sehingga memungkinkan penggunanya mengetik dengan cepat.
iOS menyediakan aplikasi sms dan e-mail terpisah. Di sampling itu, Apple juga menawarkan aplikasi iMessage lewat iOS yang memungkinkan penggunanya berkirim pesan kepada sesama pemakai iPhone secara cuma-cuma.
Aplikasi messaging pihak ketiga dapat diunduh seperti halnya pada Android dan bisa digunakan lintas platform.
Akan halnya BlackBerry 10, platform ini masih mengandalkan aplikasi chatting populer BlackBerry Messenger (BBM). Sebagai tambahannya, platform terbaru dari produsen smartphone asal Kanada tersebut mengusung fitur BlackBerry Hub yang memusatkan seluruh kegiatan messaging dari semua aplikasi dalam satu tempat.
Pesan Twitter dan Facebook misalnya, bisa ditulis atau dibalas langsung lewat BlackBerry Hub tanpa perlu membuka aplikasi yang bersangkutan (Facebook, Twitter, dan lainnya) sehingga lebih praktis.
Agar penggunanya tidak kebingungan di tengah-tengah serbuan pesan dari berbagai aplikasi, BlackBerry Hub bisa disetel agar menampilkan satu akun saja.
Bagaimana dengan Windows Phone 8? Platform ini mengelola pesan dengan cara lama, yaitu melalui aplikasi-aplikasi terpisah untuk SMS, e-mail, dan third party messaging.
Satu fitur yang baru diterapkan pada sistem operasi mobile milik Microsoft ini adalah Windows Live Messenger yang turut disertakan dalam Skype — yang kini sudah dimiliki raksasa software itu.
Baik iOS, BlackBerry 10, maupun Windows Phone 8 tidak memungkinkan pengguna memasang keyboard virtual pihak ketiga. Hanya Android yang membolehkan hal ini.
Internet
Keempat sistem operasi mobile datang dengan browser masing-masing dan mengizinkan pengguna memakai alternatif lain dari pihak ketiga.
Android (versi 4.1, Jelly Bean) kini mengandalkan Google Chrome sebagai peramban internet standarnya. Chrome pada Android adalah versi “ringan” dari Chrome desktop dengan tampilan minimalis yang bersih dan kecepatan tinggi untuk browsing.
Kecepatan browsing pada perangkat Android bisa bervariasi karena perbedaan hardware dari masing-masing produsen. Produk-produk high-end seperti Galaxy S III, Nexus 4, dan One X+ bisa menandingi pengalaman browsing di platform saingan, tapi perangkat yang lebih murah bisa saja tak menawarkan kecepatan yang sebanding.
Lain halnya dengan perangkat iOS yang mengandalkan browser Safari. Sejak awal, iPhone dibuat sebagai produk high-end yang dilengkapi hardware mumpuni. Pengalaman browsing pada paltform ini pun relatif lebih linear, baik pada perangkat lama seperti iPhone 3GS maupun iPhone 5 yang terbaru.
Pada Windows Phone 8, Microsoft membekali platform ini dengan peramban Internet Explorer 10 yang dilengkapi filter phishing dan SmartScreen yang meningkatkan keamanan penggunanya saat berselancar di dunia maya. Fitur-fitur tersebut membuat Windows Phone 8 menjadi salah satu yang terdepan dalam urusan menjelajah internet.
Browser milk BlackBerry 10 sekilas terlihat mirip dengan Internet Explorer. Browser ini menawarkan kecepatan tinggi, Reading Mode, dan dukungan Flash.
Kamera
Microsoft mengoptimalkan aplikasi kamera pada Windows Phone 8 yang kini memiliki tampilan baru yang simpel dan bersih, dengan sebuah tombol menu kecil untuk mengakses bermacam-macam fungsi kamera.
Salah satu fitur unggulannya adalah “Lens”, yaitu kumpulan filter khusus dari pihak ketiga yang bisa dipakai untuk menambahkan efek-efek visual.
Semua perangkat Windows Phone pun wajib menyediakan tombol fisik (shutter button) kamera sehingga memudahkan pengguna dalam meluncurkan aplikasi dan mengambil foto.
Dari kubu Android, Jelly Bean membawa sejumlah perubahan. Aplikasi kamera pada sistem operasi ini lebih gesit dibanding versi sebelumnya dan mengusung sistem review foto yang lebih baik sehingga memudahkan pengguna memilih gambar.
Fitur lainnya yang tersedia pada Android 4.2 adalah Photo Sphere, yang memungkinkan pengguna mengambil foto pemandangan 360 derajat. Hasilnya memang terlihat agak aneh, tapi fitur ini menyenangkan untuk dicoba.
Ada juga berbagai macam pengaturan fungsi camera seperti white balance dan exposure, berikut mode panorama dan editing foto.
iOS 6 mengusung aplikasi kamera yang sama dengan iOS 5 sebelumnya. Aplikasi ini mengutamakan kemudahan pakai. Semua setting diatur otomatis, termasuk fokus yang lokasinya bisa dipilih dengan menyentuh layar.
Apabila diinginkan, perangkat iPhone dapat memfungsikan tombol volume up sebagai shutter button.
Bagaimana dengan BlackBerry 10? Perangkat besutan produsen asal Kanada ini memiliki fitur unggulan berupa “Timeshift” yang memungkinkan pengguna memilih momen yang pas dengan keinginan.
Pernah mengambil group shot beberapa orang dan mendapati satu atau dua ternyata matanya terpejam ketika foto diambil? Dengan Timeshift, pengguna bisa “memutar balik waktu” dan mengubah ekspresi wajah tiap orang dalam foto sesuai dengan momen terbaik ketika senyum mengembang dan mata tidak terpejam.
Selain itu, BlackBerry 10 juga memiliki editor gambar built-in. Tombol volume di samping handset juga bisa dipakai sebagai shutter button, seperti pada iPhone.
Aplikasi
Inilah salah satu aspek terpenting untuk sebuah platform mobile. Soal aplikasi, juaranya jelas adalah Android dan iOS yang menyediakan lebih dari 700.000 judul di toko aplikasi masing-masing.
Dominasi Android dan iOS juga berarti bahwa pengembang-pengembang besar akan mengutamakan produknya untuk dua platform ini.
Windows Phone 8 dan BlackBerry 10 masih tertinggal jauh. Meskipun kedua produsen menekankan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas aplikasi, tetap saja ada judul-judul tertentu yang hanya tersedia di iOS atau Android.
Peta

Secara tidak mengejutkan, Android Jelly Bean mengandalkan Google Maps sebagai aplikasi peta default. Fitur-fitur Google Maps versi desktop pun turut diboyong, termasuk Street View, 3D, indoor mapping, turn-by-turn navigation, dan informasi lalu lintas real-time.
Microsoft membuang layanan peta Bing di Windows Phone 8 dan menggantinya dengan Nokia Maps. Fitur-fitur andalannya antara lain navigasi 3D dan layanan Traffic Service Navteq.
Di sisi lain, Apple Maps di iOS 6 mengecewakan pengguna karena banyak mengandung kesalahan informasi. Begitu buruknya Apple Maps, Tim Cook, CEO perusahaan ini, sampai meminta maaf dan menyarankan pengguna agar memakai layanan peta lain.
Pada sistem operasi terbarunya, BlackBerry bermitra dengan TomTom untuk menyediakan aplikasi peta. Aplikasi ini cukip detail, tetapi masih belum sebagus Google Maps.
Tampilan yang ditawarkan hanya berupa map view standar, tak ada overlay satelit, Street View, atau Flyover.
Kesimpulan
Sulit untuk menentukan mana yang terbaik di antara platform Android, BlackBerry, Windows Phone, dan iOS karena semuanya tergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.
DIlihat dari sudut pandang kebutuhan ini, mereka yang sudah terlibat dengan ekosistem Apple melalui MacBook, iPad, iPad, atau library iTunes mungkin akan lebih tertarik dengan iOS (iPhone) untuk mendapatkan integrasi antar perangkat yang sangat baik di platform ini.
Tapi, kesederhanaan yang dulu menjadi daya tarik utama iOS sudah mulai kehilangan pesonanya di tengah-tengah serbuan pesaing yang menawarkan banyak hal baru.
Android Jelly Bean menawarkan kebebasan luntuk pengguna yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengatur perangkat miliknya. Toko aplikasi Android pun menyediakan jumlah judul yang tak kalah banyak dibanding App Store milik Apple, sementara perangkat-perangkat terkini banyak dilengkapi fitur canggih.
Android juga merupakan platform yang paling banyak dipakai sehingga semakin banyak developer aplikasi memilih Android sebagai platform pertama untuk sebuah judul baru.
Pengguna yang baru memasuki dunia smartphone untuk pertama kali harus melirik Windows Phone 8. Tampilan antar mukanya yang simpel membuat platform ini sangat bersahabat dan mudah dipakai oleh semua orang.
Pilihan handset Windows Phone 8 untuk saat ini masih relatif terbatas. Tak ada banyak pilihan smartphone high-end dan mainstream.
BlackBerry 10 masih sulit dinilai karena baru dirilis 30 Januari lalu. Dengan target audience yang spesifik –di samping kalangan bisnis– BlackBerry 10 mungkin akan sulit mencuri konsumen dari Windows Phone 8, apalagi iOS atau Android.
Platform ini menawarkan berbagai hal baru yang menarik, seperti fitur Time Shift pada aplikasi kameranya dan BlackBerry Hub yang memusatkan seluruh kegiatan komunikasi pada satu tempat. Seperti Apple, pilihan handset BlackBerry hanya tersedia lewat satu produsen saja.
Pilihan akhir jelas tetap berada di tangan konsumen. Masih banyak hal selain sistem operasi yang bisa dipertimbangkan sebelum menentukan keputusan, misalnya faktor desain perangkat, fitur yang tersedia, harga, dan lain-lain. Selamat memilih!
Beberapa perbedaan antara BlackBerry 10 dengan Android, iOS dan WP8.

Acer Bakal Rilis Tablet Murah 8 inci dan 10 inci


Acer gunakan prosesor quad-core untuk tablet murah

tablet acerBaru beberapa hari yang lalu Acer meluncurkan tablet Android 7-inci murah Iconia B1 di Indonesia. Pabrikan komputer dan gadget asal Taiwan itu kembali dikabarkan bakal melepas tablet murah ke pasaran.
Seperti dikutip dari Unwiredview, tawaran Acer kali ini bisa berupa tablet murah ukuran 8 dan 10 inci. Seperti Iconia B1, kedua tablet disinyalir akan diperkuat prosesor bikinan MediaTek, perusahaan yang komponen buatannya banyak dipakai oleh perangkat-perangkat gadget murah.
MediaTek telah menciptakan prosesor quad-core pertamanya, MT6589. Nah, prosesor inilah yang kabarnya akan dipakai oleh dua tablet murah dari Acer itu.
Presiden Acer untuk wilayah China Linxian Lang percaya bahwa terdapat peluang besat di pasar tablet murah. Dia menyebutkan bahwa angka pengiriman global untuk produk tablet tahun ini bisa mencapai lebih dari 200 juta unit.
Dikurangi jumlah pengkapalan produk Apple dan Samsung, masih tersisa “kue” sebesar 120 juta unit di segmen low hingga mid-end yang bisa dibagi-bagi anta
r produsen gadget lainnya, termasuk Acer.
Tablet murah 8-inci dari Acer disebut akan dijual dengan banderol harga sekitar 205 dollar AS atau sekitar Rp 1,95 juta. Sedangkan tablet muah yang berukuran 10 inci diperkirakan akan dijual seharga 249 diollar AS atau sekitar Rp 2,3 juta.
Sebagai perbandingan, Iconia B1 dijual seharga 150 dollar AS (di Indonesia, Rp 1,6 juta).
Acer gunakan prosesor quad-core untuk tablet murah. ref:tekno.kompas

Windows Wine akan bikin program emulator untuk Android

Aplikasi Windows Dapat Dijalankan di Android


WindowsBagaimana jika aplikasi Windows bisa dijalankan di perangkat tablet atau smartphone Android? Itulah yang hendak diwujudkan oleh tim pengembang emulator Windows Wine di platform terbuka besutan Google ini.
Seperti dikutip dari ZDNet, hasilnya pun sudah bisa dilihat, seperti
ditunjukkan oleh salah satu pengembang pertama Winde Alexandre Julliard dalam acara konferensi open-source Fosdem 2013 2-3 Februari lalu. Ketika itu dia manjalankan Wine di atas emulasi lingkungan Android.
Dalam sebuah demonstrasi terpisah di Fosdem, Wine diperlihatkan bisa berjalan di perangkat keras berbasis ARM.
Saat ini, sistem operasi Android sebagian besar memang berjalan di perangkat-perangkat ARM.
Dengan Wine, aplikasi Windows bisa berjalan di sistem operasi berbasis UNIX, langsung dari desktop atau terminal.
Pembuatnya mengklaim bahwa Wine bisa mengatasi batasan kinerja dan memori, tidak seperti metode simulasi lain seperti virtual machine.
Windows Wine akan bikin program emulator untuk Android. ref:tekno.kompas

LG Segera Luncurkan Optimus Terbaru L Series


LG akan pajang Optimus terbaru serie L3 II, L5 II, L7 II di Spanyol

LG Optimus L Series II 
LG tampak semakin serius bermain di pasaran smartphone. Hal tersebut terlihat dari semakin gencarnya perusahaan asal Korea Selatan ini dalam meluncurkan produk-produk baru di tahun 2013.
Dalam waktu dekat ini saja, LG diberitakan akan mengumumkan tiga seri smartphone sekaligus, yaitu Optimus L3 II, Optimus L5 II, dan Optimus L7 II. Ketiganya akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Mobile World Congress 2013 di Barcelona, Spanyol, 25 – 28 Februari 2013.
Dikutip dari Slahsgear, (12/2/2013), LG Optimus L7 II memiliki spesifikasi teratas di antara saudara-saudaranya. Produk yang mendukung penggunaan dua kartu SIM secara bersamaan ini memiliki layar IPS sebesar 4,3 inci dengan resolusi WVGA (800 x 400).
Selain itu, Optimus L7 II juga akan diluncurkan dengan prosesor Qualcomm MSM8255 1GHz dual-core, RAM 768MB, memori penyimpanan internal sebesar 4GB yang dapat ditingkatkan hingga 32GB dengan kartu microSD, dan Android 4.1 Jelly Bean.
LG Optimus L7 II memiliki kamera dengan sensor gambar sebesar 8 megapiksel dan baterai dengan kapasitas yang cukup besar, yaitu 2,460mAh.
Belum ada informasi spesifikasi rinci kedua smartphone sisanya. Beberapa hal yang diketahui, Optimus L5 II akan hadir dengan layar 4 inci beresolusi WVGA dan baterai 1,700mAh.
Sedangkan L3 II memiliki layar 3,2 inci QVGA dan baterai 1,540mAh.
Generasi pertama Optimus L telah diperkenalkan pada Februari 2012 yang lalu, juga di ajang Mobile World Congress. Pada saat itu, LG mengumumkan kehadiran L3. Beberapa bulan mendatang, dua model baru diperkenalkan di pasaran.
Saat ini, seri smartphone tersukses LG masih dipegang oleh seri Optimus G. Salah satu seri ini digunakan oleh Google sebagai base model untuk Nexus 4, ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean.

Lenovo Pasarkan 5 Ponsel Android Baru

Inilah ponsel Android Lenono yang baru, A690, A800, P770, S890, S720

ponsel Android Lenono A690, A800, P770Lenovo membuka tahun 2013 dengan memasarkan lima smartphone Android seri IdeaPhone, Selasa (12/2/2013). Lima smartphone Lenovo tersebut adalah S890, S720, P770, A800, dan A690.
Lenovo IdeaPhone S890, S720, dan P770 menyasar kelas middle atau menengah. Adapun A800 dan A690 diposisikan di pasaran yang lebih rendah, yaitu low end.
Lenovo Ideaphone S890 yang dibekali layar 5 inci beresolusi 960 x 540 q dan kamera 8 megapiksel ini memiliki harga yang paling tinggi dibandingkan empat tipe lainnya.
Perangkat yang menggunakan prosesor Mediatek 6577T 1.2 GHz dual-core ini sudah dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 2,8 juta.
ponsel Android Lenono S890, S720
Adapun S720 memiliki layar IPS 4,5 inci dengan resolusi 960 x 540 dan 2 kamera. Di bagian depan, terdapat kamera 1 megapiksel. Di bagian belakang dilengkapi kamera 8 megapiksel.
Perangkat yang satu ini dipersenjatai baterai dengan kapasitas besar 2.000 mAh dan dijual dengan harga Rp 2,5 juta.
Lenovo IdeaPhone P770 memiliki kapasitas baterai terbesar di antara semua lini baru tersebut, yaitu 3.500 mAh. Menurut klaim Lenovo, baterai ini mampu mendukung 30 jam waktu bicara untuk satu kali pengisian. Perangkat ini juga mampu untuk mendeteksi baterai palsu melalui fitur “genuine battery detection”.
Selain itu, P770 dilengkapi fitur “USB on-the-go”, mengizinkan pengguna untuk membuka file yang terdapat dalam perangkat USB seperti flashdisk. Produk yang satu ini dijual dengan harga Rp 2,6 juta.
Lenovo IdeaPhone A800 memiliki spesifikasi prosesor 1,2 GHz dual-core, slot dual-SIM, layar 4,5 inci, dan baterai 2.000 mAh.
Untuk ukuran ponsel dengan prosesor dua-core, A800 dijual dengan harga relatif terjangkau, yaitu di angka Rp 1,65 juta.
Lenovo IdeaPhone A690 merupakan ponsel dengan harga terendah di peluncuran kali ini. Produk yang memiliki layar 4 inci dan kemampuan dual-SIM ini dibanderol dengan harga Rp 1,15 juta.
Berikut daftar spesifikasi dari 5 perangkat tersebut.
Lenovo IdeaPhone A690
- Prosesor Mediatek 6575 1 GHz
- RAM 512 MB
- Layar 4 inci dengan resolusi 800 x 480
- Sistem Operasi Android 2.3 Gingerbread
- Kamera Utama 3,2 megapiksel
- Kamera depan -
- Dimensi 124,4 x 65,1 x 11,25 mm
- Bobot 135 g
- Konektivitas WiFi, Bluetooth, A-GPS, FM Receiver
- Kapasitas baterai 1,500 mAh
- Harga Rp 1,15 juta
A800
- Prosesor Mediatek 6577T 1,2 GHz dual-core
- RAM 512 MB
- SIM Slot dual-SIM
- Layar IPS 4,5 inci resolusi 854 x 480
- Sistem Operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich
- Kamera Utama 5 megapiksel
- Kamera depan -
- Dimensi 133,5 x 68,9 x 11,5 mm
- Bobot 155 g
- Konektivitas Bluetooth, WiFi, A-GPS, FM Receiver
- Kapasitas baterai 2.000 mAh
- Harga Rp 1,65 juta
P770
- Prosesor Mediatek 6577 1,2 GHz dual-core
- RAM 1 GB
- SIM Slot dual-SIM
- Layar IPS 4,5 inci 960 x 540
- Sistem Operasi Android 4.1 Jelly Bean
- Kamera Utama 5 megapiksel
- Kamera Depan 0,3 megapiksel
- Dimensi 132 x 67 x 11,7 mm
- Konektivitas Bluetooth, WiFi, USB, A-GPS, FM Receiver
- Kapasitas Baterai 3.500 mAh
- Harga Rp 2,6 juta
S720
- Prosesor Mediatek MT6577 1 GHz dual-core
- RAM 512 MB
- SIM Slot dual-SIM
- Layar IPS 4,5 inci 960 x 540
- Sistem Operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich
- Kamera Utama 8 megapiksel
- Kamera Depan 1 megapiksel
- Dimensi 132,3 x 68,3 x 9,9 mm
- Bobot 140 g
- Konektivitas Bluetooth, WiFi, USB, A-GPS, FM Receiver
- Kapasitas Baterai 2.000 mAh
- Harga Rp 2,5 juta
S890
- Prosesor Mediatek 6577T 1,2 GHz dual-core
- RAM 1GB
- SIM Slot dual-SIM
- Layar IPS 5 inci 960 x 540
- Sistem Operasi Android 4.1 Jelly Bean
- Kamera Utama 8 megapiksel
- Kamera Depan 0,3 megapiksel
- Dimensi 143,6 x 74,2 x 9,3 mm
- Bobot 176 g
- Konektivitas Bluetooth, WiFi, USB, A-GPS, FM Receiver
- Kapasitas Baterai 2.250 mAh
- Harga Rp 2,8 juta
Inilah ponsel Android Lenono yang baru, A690, A800, P770, S890, S720. ref:tekno.kompas

Xperia E Dipasarkan Dengan Harga Dibawah Rp 2 Juta


Sony Xperia E ada yang pakai dual sim

Xperia ESony Mobile kembali menunjukkan keseriusannya bermain di pasaran produk Android dengan harga terjangkau. Setelah pada akhir tahun 2012 meluncurkan Xperia Miro, kali ini Sony memasarkan smartphone terjangkau lainnya, Xperia E.
Jika Sony Xperia Miro dibanderol dengan harga Rp 1,9 juta, Xperia E dipasarkan dengan harga Rp 1,8 juta untuk versi single SIM dan Rp 1,9 juta untuk versi dual SIM.
Xperia E versi dual SIM saat ini sudah mulai dijual di Indonesia. Sedangkan Xperia versi single baru akan beredar mulai akhir Februari 2013 mendatang.
Untuk perangkat yang satu ini, Sony ingin menonjolkan sebuah fitur yang dinamakan HD Voice. D
engan adanya fitur ini, Sony mengklaim panggilan suara akan menjadi lebih jernih. Telepon seluler (ponsel) ini juga sudah dilengkapi fitur noise cancellation yang dapat menyaring suara latar.
Xperia E memiliki bentang layar 3,5 inci dengan resolusi HVGA (320×480). Kamera bagian belakang memiliki sensor gambar 3,2 megapixel. Sayangnya, Xperia E tidak dilengkapi dengan kamera depan sehingga pengguna akan sedikit sulit untuk melakukan video call.
Dapur pacu Xperia E diperkuat dengan prosesor single core Qualcomm Snapdragon MSM7227A 1GHz, RAM 512MB, memori internal 4GB yang dapat ditambah menggunakan kartu microSD hingga 32GB, dan berjalan dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean.

Samsung Galaxy Camera Murah Segera Dipasarkan


Galaxy Camera dari samsung ini tanpa dilengkapi 3G

Samsung Galaxy CameraSamsung berencana untuk memasarkan produk Galaxy Camera, kamera berbasiskan sistem operasi Android, versi WiFi only. Dengan dihilangkannya dukungan terhadap jaringan 3G, Samsung dapat menghadirkan opsi Galaxy Camera dengan harga yang lebih murah.
Galaxy Camera versi 3G sendiri memang dibanderol dengan harga yang cukup tinggi untuk ukuran sebuah kamera saku. Perangkat tersebut dijual dengan harga Rp 5,5 juta di Indonesia.
Sedangkan kamera saku merek lain dengan spesifikasi yang kira-kira sama dengan Galaxy Camera, memiliki harga antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta saja.
Dikutip dari Slashgear, Rabu (20/2/2013), harga Galaxy Camera WiFi only ini sayangnya belum diumumkan oleh Samsung.
Selain tanpa dukungan jaringan 3G, Galaxy Camera versi WiFi ini tidak memiliki perbedaan apa pun, baik dari desain maupun spesifikasi, dengan versi 3G.
Perangkat ini memiliki sensor gambar CMOS sebesar 16,3 megapiksel, lensa wide-angle 23mm, dan kemampuan optical zoom hingga 21x.
Galaxy Camera dilengkapi kemampuan ISO antara 100 hingga 3200. Selain itu, kamera tersebut juga dapat digunakan untuk mengambil video dengan kualitas 1080p pada 30fps dan 768 x 512 dalam mode slow motion.
Selain itu, Galaxy Camera dilengkapi dengan layar berukuran 4,8 inci, prosesor 1,4GHz quad-core, dan media penyimpanan internal berkapasitas 8GB. Perangkat ini hadir dengan sistem operasi Android 4.1 (Jelly Bean) dan dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi standar Android, seperti YouTube, Google Maps, Google Talk, peramban Chrome, dan Google Play Store.